Kekeringan Pacitan, YBM BRILiaN BRI Salurkan 35 Ribu Liter Air Bersih ke 7 Titik

PACITAN – Krisis air bersih akibat musim kemarau melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pacitan. Merespons kondisi tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN BRI Pacitan menyalurkan bantuan tujuh truk tangki air bersih dengan total 35.000 liter kepada warga terdampak kekeringan di Kecamatan Donorojo dan Pringkuku.

Bantuan yang disalurkan pada Jumat (30/10/2026) tersebut menjadi bentuk kepedulian BRI terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, pemerintah desa, dan relawan.

Tujuh Titik Kekeringan Jadi Prioritas

Penyaluran air bersih difokuskan pada tujuh titik wilayah yang mengalami kesulitan air. Lokasinya meliputi Dusun Pudak, Dusun Bedali, Desa Gedompol, serta Dusun Kenteng, Desa Donorojo, Kecamatan Donorojo.

Baca Juga  Bupati Tulungagung Tegaskan Integritas Dan Transparansi Penugasan Kepala Sekolah

Bantuan juga menjangkau Dusun Pelem, Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku.

Masing-masing truk tangki memiliki kapasitas 5.000 liter. Air kemudian didistribusikan langsung ke tandon-tandon milik warga dan masjid setempat agar dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pemilihan lokasi penyaluran mengacu pada data BPBD Pacitan, khususnya wilayah yang masuk kategori kekeringan kritis. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.

Bantuan dari Zakat dan Infak Pekerja BRI

Pemimpin Cabang BRI Pacitan, Setyo Eddy Moelyono, mengatakan penyaluran bantuan air bersih merupakan wujud kepedulian BRI terhadap masyarakat di wilayah operasionalnya.

Dia menjelaskan, bantuan tersebut berasal dari amanah zakat dan infak para pekerja BRI yang dihimpun melalui YBM BRILiaN.

“Alhamdulillah, ini adalah amanah dari zakat dan infak para pekerja BRI yang dihimpun melalui YBM BRILiaN. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak kekeringan dan menjadi berkah untuk semua,” ujarnya.

Baca Juga  Tri Hariadi Kembali Jabat Pj Sekda Tulungagung, Pemkab Perkuat Konsolidasi Birokrasi

Menurut Setyo, kolaborasi dengan BPBD, pemerintah desa, dan relawan menjadi bagian penting untuk memastikan distribusi air bersih berjalan tepat sasaran.

Bagi masyarakat yang telah berbulan-bulan menghadapi kekeringan, tambahan pasokan air menjadi kebutuhan mendesak. Ketersediaan air bersih sangat penting untuk memenuhi kebutuhan memasak, minum, mandi, hingga keperluan rumah tangga lainnya.

Warga Sudah Dua Bulan Kesulitan Air

Dampak kekeringan dirasakan langsung oleh warga di sejumlah desa. Salah satu warga Desa Gedompol, Kecamatan Donorojo, mengaku sumur di wilayahnya sudah hampir dua bulan tidak mengeluarkan air.

Kehadiran bantuan tangki air bersih pun disambut antusias masyarakat. Pasokan tersebut setidaknya dapat membantu memenuhi kebutuhan warga di tengah terbatasnya sumber air.

Baca Juga  Respons Cepat Tangani Insiden Pasien, RSUD dr. Iskak Tegaskan Komitmen Tingkatkan Keselamatan Layanan

“Sudah hampir 2 bulan sumur kami kering, terima kasih banyak untuk BRI dan YBM BRILiaN,” ujar salah satu warga Desa Gedompol.

Selain menyalurkan air bersih, YBM BRILiaN BRI Pacitan juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya konservasi air dan menjaga sumber mata air.

Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga ketersediaan sumber air, terutama ketika menghadapi musim kemarau.

Melalui program tanggap bencana kekeringan ini, BRI berharap dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Kehadiran BRI tidak hanya melalui layanan perbankan, tetapi juga aksi sosial dan kemanusiaan untuk membantu warga menghadapi berbagai kondisi darurat.

Tulungagung
broken clouds
30.9 ° C
30.9 °
30.9 °
76%
4.5m/s
80%
Sat
31 °
Sun
33 °
Mon
30 °
Tue
31 °
Wed
31 °

Latest Post

Popular