TRENGGALEK – BRI Trenggalek mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Trenggalek untuk bergabung menjadi BRILink Agen. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas akses layanan keuangan sekaligus memperkuat pemberdayaan digital dan potensi usaha di tingkat desa.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Optimalisasi untuk Menjadi BRILink Agen dan Penguatan Pemberdayaan Digital Desa” yang digelar di Gedung Bhawarasa Pendopo Kabupaten Trenggalek, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti BUMDes se-Kabupaten Trenggalek. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai peran strategis BRILink Agen, peluang pengembangan usaha, serta pemanfaatan layanan keuangan dan ekosistem digital untuk mendukung produktivitas BUMDes.
Melalui BRILink Agen, masyarakat diharapkan semakin mudah memperoleh layanan transaksi perbankan tanpa harus menempuh jarak jauh menuju kantor bank. Di sisi lain, kehadiran layanan tersebut membuka peluang bagi BUMDes untuk mengembangkan sumber pendapatan baru.
BRILink Agen juga diharapkan dapat memperkuat peran BUMDes sebagai bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat desa. Dengan memanfaatkan layanan keuangan dan ekosistem digital, BUMDes memiliki peluang untuk memperluas layanan sekaligus mendukung kebutuhan transaksi masyarakat di lingkungannya.
BUMDes Punya Peran Strategis
Branch Office Head BRI Trenggalek Ikhwan Beladdinilma mengatakan kolaborasi BRI dengan BUMDes memiliki potensi strategis dalam memperkuat ekonomi desa sekaligus mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat.
“BUMDes memiliki posisi yang sangat dekat dengan masyarakat desa. Dengan menjadi BRILink Agen, BUMDes tidak hanya dapat menghadirkan akses layanan perbankan yang lebih mudah bagi masyarakat, tetapi juga memperoleh peluang pengembangan usaha yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian desa,” ujar Ikhwan.
Menurut Ikhwan, digitalisasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong peningkatan kualitas layanan dan produktivitas usaha di pedesaan. Karena itu, BRI terus mendorong terbentuknya ekosistem keuangan yang semakin inklusif dengan melibatkan berbagai pelaku ekonomi di tingkat desa.
“Harapannya, BRILink Agen dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi desa yang semakin kuat. Masyarakat mendapat kemudahan bertransaksi, sementara BUMDes memiliki peluang untuk memperluas layanan dan meningkatkan aktivitas usahanya,” tambah Ikhwan.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Perwita Herida, Senior Manager Ultra Micro Business Department BRI Regional Office Malang. Ia memberikan pemaparan mengenai peluang pengembangan usaha melalui BRILink Agen serta pentingnya transformasi digital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya BRI BO Trenggalek untuk membangun pemahaman dan mendorong semakin banyak BUMDes mengambil peran sebagai BRILink Agen.
Kehadiran BRILink Agen di tingkat desa diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan keuangan sekaligus mendukung proses digitalisasi desa. Di saat yang sama, layanan tersebut dapat membuka peluang bagi BUMDes untuk mengembangkan aktivitas usaha dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Ikhwan menegaskan, BRI akan terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, BUMDes, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas layanan keuangan di wilayah pedesaan.
“BRI akan terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, BUMDes, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan layanan keuangan yang semakin dekat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap penguatan BRILink Agen dapat ikut mendorong desa yang semakin mandiri, produktif, dan adaptif terhadap perkembangan digital,” tutup Ikhwan.
Melalui penguatan kolaborasi tersebut, BRI BO Trenggalek mendorong BUMDes tidak hanya berperan dalam pengelolaan potensi ekonomi desa, tetapi juga mengambil bagian dalam memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.
Pengembangan BRILink Agen sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi digital di tingkat desa. BRI berharap langkah tersebut dapat mendukung masyarakat memperoleh layanan keuangan yang lebih dekat serta mendorong aktivitas ekonomi desa yang semakin produktif dan berkelanjutan. (*)
