suaramerahputih.id // TULUNGAGUNG — Pemerintah Desa Pucanglaban, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, menggelar kegiatan sosialisasi komoditas kearifan pangan lokal bagi desa rawan pangan yang berlangsung di Aula Balai Desa Pucanglaban, Rabu (20/05/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah desa dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan komoditas pangan khas daerah yang memiliki nilai ekonomi dan keberlanjutan.
Acara dihadiri perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung, Pemerintah Desa Pucanglaban, serta kelompok tani Desa Pucanglaban yang selama ini menjadi ujung tombak sektor pertanian dan pangan di wilayah setempat.
Dalam suasana penuh antusias, para peserta mendapatkan pemaparan mengenai pentingnya diversifikasi pangan lokal sebagai langkah strategis menghadapi tantangan ketahanan pangan, khususnya di wilayah yang masuk kategori rawan pangan. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong masyarakat agar lebih mampu memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia di lingkungan desa.
Kepala Desa Pucanglaban, Maduki, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguatan pangan lokal merupakan langkah penting dalam menjaga kemandirian desa. Menurutnya, potensi pangan lokal yang dimiliki masyarakat harus terus dikembangkan agar mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap masyarakat, khususnya kelompok tani, semakin memahami pentingnya pengembangan komoditas pangan lokal sebagai kekuatan desa dalam mendukung ketahanan pangan,” ungkapnya.
Sementara itu, pihak Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan kelompok tani menjadi faktor penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Edukasi dan pendampingan kepada masyarakat dinilai perlu terus dilakukan agar potensi pangan lokal dapat berkembang secara optimal.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Para kelompok tani tampak aktif menyampaikan berbagai persoalan maupun potensi yang dimiliki desa dalam pengembangan komoditas pangan lokal.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Pucanglaban berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan lokal semakin meningkat, sehingga desa mampu membangun kemandirian pangan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di masa mendatang. (DN’97)


