Alumni Indonesia – Tiongkok Perkuat Diplomasi Budaya, Jajaki Kolaborasi Pendidikan Dan Teknologi

suaramerahputih.id // BEIJING–CHONGQING, 14 Oktober 2026 — Jejaring alumni Indonesia yang pernah menempuh pendidikan di Tiongkok terus membuka ruang bagi penguatan hubungan bilateral melalui kolaborasi akademik, pertukaran budaya, dan pengembangan inovasi. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan Academic and Cultural Exchange Visit yang diikuti 20 alumni Indonesia di Beijing dan Chongqing, Tiongkok, pada 10–16 Oktober 2026.

Kunjungan selama tujuh hari tersebut menjadi momentum strategis untuk mempererat hubungan Indonesia–Tiongkok sekaligus menjajaki peluang kerja sama di bidang pendidikan, teknologi, penelitian, dan inovasi. Para delegasi berasal dari beragam latar belakang, mulai dari akademisi, peneliti, praktisi pendidikan, organisasi keagamaan, hingga penggerak pengembangan sumber daya manusia.

Berbekal pengalaman akademik dan jejaring profesional di kedua negara, para alumni diharapkan mampu menjadi penghubung antara pengetahuan internasional dan kebutuhan pengembangan institusi di Indonesia. Dengan demikian, hubungan bilateral tidak hanya dibangun melalui jalur diplomasi formal, tetapi juga melalui interaksi antarmasyarakat dan kerja sama lintas sektor.

Bertemu Mao Ning, Perluas Ruang Dialog Indonesia–Tiongkok

Salah satu agenda penting di Beijing adalah pertemuan dengan Mao Ning, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok (Spokesperson of the Ministry of Foreign Affairs of China).

Dalam pertemuan tersebut, delegasi menyerahkan dua karya literatur yang merekam perjalanan hubungan Indonesia–Tiongkok, mulai dari perspektif sejarah hingga arah kemitraan pada masa mendatang.

Pertemuan ini menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pentingnya hubungan antarmasyarakat dalam membangun persahabatan kedua negara. Melalui dialog dan pertukaran pengalaman, para alumni turut mengambil peran dalam memperluas jembatan komunikasi lintas budaya.

Baca Juga  LBMNU MWCNU Tulungagung Timur Bahas Problematika Aktual Hukum Islam Di Kalidawe

Diplomasi budaya memiliki arti penting karena hubungan antarnegara tidak hanya bertumpu pada kesepakatan di tingkat pemerintahan, tetapi juga pada pemahaman, kepercayaan, dan interaksi yang terbangun di antara masyarakatnya.

Jamuan Bersama FAO Chongqing, Bahas Peluang Kolaborasi

Rangkaian kunjungan berlanjut di Chongqing melalui jamuan makan malam bersama Fan Qing, Direktur Jenderal Foreign Affairs Office of Chongqing Municipality (FAO Chongqing).

Pertemuan dalam suasana hangat tersebut menjadi kesempatan untuk bertukar perspektif mengenai penguatan persahabatan Indonesia–Tiongkok sekaligus menjajaki potensi kerja sama yang dapat dikembangkan di berbagai bidang.

Pendidikan, teknologi, penelitian, dan inovasi menjadi sektor yang relevan untuk dijajaki bersama, terutama di tengah perkembangan teknologi digital dan kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Peluang kolaborasi dapat diarahkan pada pengembangan kemitraan antarlembaga pendidikan, pertukaran akademisi dan mahasiswa, penelitian bersama, serta berbagi pengetahuan mengenai praktik inovasi dan pengembangan kelembagaan.

Jejaring yang terbentuk melalui pertemuan tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti menjadi inisiatif yang lebih konkret, sehingga manfaat kunjungan tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi juga membuka peluang kemitraan yang berkelanjutan.

Moh. Khoerul Anwar Jajaki Kerja Sama Pendidikan Vokasi dan Double Degree

Salah satu delegasi yang turut berperan dalam rangkaian kunjungan tersebut adalah Moh. Khoerul Anwar, Pendiri Protean Institute sekaligus Ketua Tim Double Degree UIN Sunan Kalijaga.

Dalam kesempatan itu, ia berdiskusi dengan Li Lan, Direktur Divisi Urusan Asia (Director of Asian Affairs Division), mengenai peluang kerja sama di bidang pendidikan vokasi, penelitian, program double degree, serta pengembangan kemitraan akademik lainnya.

Baca Juga  SMKN 1 Pagerwojo Sembelih 3 Ekor Sapi Dan 1Kambing, Wujudkan Semangat Berkurban Dan Kepedulian Sosial Di Idul Adha 1446 H

Diskusi tersebut membuka ruang penjajakan kerja sama yang berorientasi pada peningkatan kapasitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Sejumlah peluang yang dapat dikembangkan meliputi pertukaran pengetahuan, penyusunan program akademik bersama, serta penguatan hubungan kelembagaan antara institusi pendidikan Indonesia dan Tiongkok.

Dalam konteks pendidikan tinggi, kemitraan internasional memiliki potensi untuk memperluas pengalaman akademik mahasiswa dan dosen, mendorong penelitian kolaboratif, serta memperkuat kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

Bagi Moh. Khoerul Anwar, jejaring internasional menjadi peluang untuk menghubungkan pengalaman akademik lintas negara dengan kebutuhan pengembangan institusi pendidikan di Indonesia.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses terhadap pengetahuan dan praktik baik, sekaligus mendorong lahirnya program pendidikan yang adaptif terhadap tantangan masa depan.

Meski demikian, peluang yang dijajaki dalam pertemuan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui komunikasi kelembagaan dan perencanaan program agar dapat berkembang menjadi kerja sama yang nyata.

20 Delegasi dengan Latar Belakang Lintas Sektor

Kegiatan Academic and Cultural Exchange Visit ini diikuti 20 alumni Indonesia yang memiliki pengalaman pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Tiongkok dan kini berkiprah di sejumlah sektor strategis.

Beberapa delegasi yang turut berpartisipasi antara lain:

  • KH Imron Hamid, Rektor Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang dan Ketua PBNU.
  • Budy Sugandi, Kepala Buperta Pramuka.
  • Syaifudin Zuhri, Direktur SINO Nusantara Institute.
  • Muhammad Aziz, dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan pengurus PP Muhammadiyah.
  • Arafat Febriandirza, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
  • Moh. Khoerul Anwar, Pendiri Protean Institute dan Ketua Tim Double Degree UIN Sunan Kalijaga.
Baca Juga  Ratusan Santri Semarakkan FASI XIII Kapanewon Gamping, TPA Masjid Walidah Dahlan UNISA Raih Juara Umum

Keberagaman latar belakang tersebut menjadi modal penting dalam mempertemukan perspektif akademik, penelitian, pendidikan, organisasi sosial, dan pengembangan kelembagaan.

Melalui interaksi lintas sektor, para delegasi berpeluang membangun jejaring yang lebih luas sekaligus mengidentifikasi bidang-bidang kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan institusi dan masyarakat Indonesia.

Dari Pengalaman Internasional Menuju Kolaborasi Berkelanjutan

Pemilihan Beijing dan Chongqing sebagai lokasi kunjungan memberikan kesempatan kepada para delegasi untuk memahami beragam perspektif mengenai diplomasi, perkembangan ekonomi, teknologi, serta peluang kemitraan internasional.

Beijing menjadi ruang penting untuk memahami dinamika hubungan diplomatik, sedangkan Chongqing memberikan perspektif mengenai perkembangan ekonomi dan industri yang dapat menjadi bahan pertukaran pengetahuan.

Namun, nilai strategis kunjungan ini tidak semata-mata terletak pada pertemuan yang terlaksana. Tantangan berikutnya adalah menjaga komunikasi, memetakan kebutuhan masing-masing institusi, dan menerjemahkan peluang yang muncul menjadi program kolaborasi yang terukur.

Kemitraan di bidang pendidikan vokasi, program double degree, penelitian bersama, pertukaran akademik, dan pengembangan inovasi menjadi sejumlah bidang yang dapat ditindaklanjuti sesuai kesiapan serta kesepakatan lembaga terkait.

Pada akhirnya, jejaring alumni Indonesia–Tiongkok memiliki potensi untuk menjadi penghubung penting antara pengalaman internasional dan agenda pengembangan sumber daya manusia di Tanah Air.

Melalui perpaduan diplomasi budaya, pertukaran pengetahuan, dan kolaborasi akademik, kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan Indonesia–Tiongkok sekaligus membuka jalan bagi kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.

Dari ruang akademik hingga diplomasi budaya, para alumni membawa satu harapan: menjadikan pengalaman lintas negara sebagai pijakan untuk membangun kemitraan yang lebih erat, produktif, dan berkelanjutan.

(Mochammad Sinung Restendy)

Tulungagung
broken clouds
24.7 ° C
24.7 °
24.7 °
97%
1.5m/s
67%
Wed
25 °
Thu
35 °
Fri
37 °
Sat
31 °
Sun
31 °

Latest Post

Popular