BLITAR – Nasabah BRI yang menggunakan layanan digital secara online diingatkan agar tidak mudah tergiur penawaran investasi dengan imbal hasil tinggi. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Branch Office Blitar mengimbau masyarakat lebih cermat sebelum menempatkan dana, terutama ketika menerima penawaran investasi melalui kanal digital.
Branch Office Head BRI Blitar, Yudika Hanafi, mengatakan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi merupakan perkembangan positif. Namun, minat tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai karakteristik produk, risiko, legalitas, serta pihak yang menawarkan investasi.
Menurut Yudika, imbal hasil tinggi memang dapat menjadi salah satu pertimbangan masyarakat ketika memilih investasi. Kendati demikian, keuntungan yang ditawarkan tidak seharusnya menjadi satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan.
āImbal hasil yang tinggi tentu menjadi salah satu pertimbangan dalam berinvestasi. Namun sebelum menempatkan dana, masyarakat perlu memahami bagaimana investasi tersebut bekerja, risiko yang menyertainya, serta siapa pihak yang menawarkan produk tersebut. Dengan informasi yang utuh, keputusan investasi dapat diambil dengan lebih bijak,ā ujar Yudika Hanafi.
Perhatian khusus perlu diberikan terhadap penawaran yang menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat. Terlebih jika tingkat keuntungan yang ditawarkan terlihat tidak wajar dan informasi mengenai produk maupun pihak yang menawarkan tidak disampaikan secara jelas.
Hal tersebut semakin penting bagi nasabah yang terbiasa menggunakan layanan perbankan secara digital. Berbagai informasi dan penawaran dapat diterima secara online, sehingga masyarakat perlu memastikan terlebih dahulu kebenaran informasi sebelum melakukan transaksi.
BRI Blitar juga mengingatkan masyarakat untuk memahami legalitas pihak yang menawarkan investasi. Selain itu, calon investor perlu mengetahui pihak yang berwenang mengawasi produk tersebut.
Penggunaan nama, logo, maupun identitas perusahaan atau institusi tertentu dalam sebuah penawaran juga tidak otomatis menunjukkan adanya hubungan resmi dengan pihak yang menawarkan investasi. Karena itu, masyarakat perlu melakukan verifikasi melalui kanal resmi sebelum mengambil keputusan.
āBRI mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menyikapi berbagai penawaran investasi, khususnya yang menawarkan imbal hasil tinggi. Dengan informasi yang memadai, masyarakat dapat mempertimbangkan pilihan investasi dengan lebih bijak,ā pungkas Yudika Hanafi.
Jangan Terburu-buru Transfer
Apabila menerima penawaran investasi dari oknum yang menjanjikan imbal hasil atau bunga tinggi dan tidak wajar, masyarakat diimbau tidak terburu-buru melakukan transfer.
Masyarakat juga diminta tidak sembarangan memberikan data pribadi maupun informasi perbankan. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memverifikasi legalitas pihak yang menawarkan dan informasi mengenai produk melalui kanal resmi perusahaan atau lembaga terkait.
Selain itu, masyarakat perlu mengecek otoritas yang berwenang mengawasi produk tersebut. Langkah verifikasi menjadi penting untuk menghindari kerugian akibat penawaran investasi yang tidak jelas.
Jika ditemukan indikasi penipuan atau penyalahgunaan nama dan identitas BRI, masyarakat dapat menyimpan bukti komunikasi serta transaksi. Bukti tersebut kemudian dapat digunakan untuk melakukan pelaporan melalui kanal resmi BRI dan kepada pihak berwenang.
Untuk memperoleh informasi mengenai produk dan layanan BRI, masyarakat dapat mengakses kanal resmi BRI melalui situs bri.co.id, Instagram @bankbri_id, X @BANKBRI_ID, @kontakBRI, dan @promo_BRI, TikTok @bankbri_id, Facebook dan YouTube BANK BRI, serta Contact BRI 1500017.
Masyarakat juga dapat menghubungi Asisten Virtual BRI Sabrina melalui WhatsApp di 0812-1214-017. Dengan melakukan verifikasi terlebih dahulu dan tidak mudah tergiur keuntungan yang tidak wajar, masyarakat diharapkan lebih waspada saat menerima penawaran investasi secara online.(*)
