Friday, April 3, 2026
27 C
Tulungagung
27 C
Tulungagung
Friday, April 3, 2026
spot_img

“Yusi, Nama Yang Tak Pernah Usai Di Hati”

suaramerahputih.id //Di sebuah sudut kenangan masa remaja era 90-an, tersimpan kisah yang tak lekang oleh waktu. Bukan tentang gemerlap popularitas semata, melainkan tentang rasa yang tumbuh diam-diam, mengendap, dan bertahan melewati puluhan tahun.

Yusi, begitu nama itu disebut. Sosoknya tak pernah benar-benar hilang dari ingatan. Ia dikenal sebagai gadis enerjik dengan paras putih bersih, cantik alami, dan pembawaan penuh karisma. Di lingkungan sekolah menengah pertama kala itu, penampilannya selalu berbeda—rapi, modis, namun tetap sederhana. Seragam yang dikenakan seolah memiliki ciri khas tersendiri, menjadikannya pusat perhatian tanpa perlu berusaha.

Senyumnya menjadi daya tarik utama. Hangat, tulus, dan seolah tak pernah pudar. Tak heran, banyak teman sebayanya menjadikan Yusi sebagai panutan, baik dalam gaya berpenampilan maupun sikap keseharian. Ia humoris, mudah bergaul, dan hampir tak pernah terlihat murung. Semua tampak alami, tanpa polesan berlebihan—sebuah pesona yang lahir dari kepribadian, bukan sekadar penampilan.

Baca Juga  Dangdut Koplo Menggoyang Resepsi, Jurnalis "Hidung Besar" Jadi Bintang Dadakan Bikin Tamu Ngakak

Namun di balik sorotan itu, ada satu cerita yang berjalan dalam diam. Seorang pengagum rahasia, dua tingkat di bawah kelasnya, menyimpan rasa yang tak pernah sempat terucap. Ia mengamati dari kejauhan—cara Yusi berjalan, berbicara, hingga senyumnya yang sederhana namun membekas. Di masa ketika keberanian untuk mengungkapkan perasaan belum semudah sekarang, rasa itu hanya bisa dipendam, menjadi rahasia yang dijaga rapat oleh waktu.

Seiring berjalannya waktu, Yusi melanjutkan pendidikan di kota Tulungagung. Seperti sebelumnya, ia kembali menjadi sosok yang mudah dikenali—anggun, menarik, dan tetap sederhana. Kehidupan membawanya pada fase baru: bekerja, kemudian menikah dengan seseorang yang juga bagian dari masa lalunya di bangku SMP.

Namun perjalanan hidup tak selalu berjalan sesuai harapan. Tahun demi tahun berlalu, rumah tangga yang dibangun harus berakhir di persimpangan. Dalam upaya menata kembali kehidupan, Yusi memilih merantau ke negeri seberang, Taiwan, mencari harapan baru dengan keteguhan yang tak banyak diketahui orang.

Baca Juga  Kompak Dan Guyub, Pemuda RW. 3 Pucanglaban Gelar Halal Bihalal Penuh Keakraban

Waktu terus berjalan. Dua dekade lebih berlalu sejak masa sekolah itu. Hingga suatu hari, sebuah sambungan telepon mempertemukan kembali dua kisah yang pernah berjalan sejajar tanpa pernah bersinggungan. Sang pengagum yang dulu hanya mampu memandang dari jauh, kini akhirnya menemukan keberanian yang tertunda.

Percakapan demi percakapan pun terjalin. Dari sekadar menanyakan kabar, berlanjut menjadi ruang berbagi cerita—tentang kehidupan, perjuangan, hingga luka yang pernah ada. Yusi, yang kini telah tujuh tahun berada di Taiwan, ternyata masih sama seperti dulu di mata sang pengagum: cantik, bersih, sederhana, dan tetap dengan senyum khasnya yang tak berubah.

“Seolah waktu tidak pernah menghapusnya,” begitu kira-kira yang dirasakan sang pengagum.

Ada kehangatan dalam setiap percakapan yang terjalin. Jarak ribuan kilometer tak lagi menjadi penghalang. Teknologi menjadi jembatan, namun yang menghidupkan semuanya adalah rasa yang dulu sempat tertunda.

Baca Juga  Karneni Trail Run 2025 Meriah Di Gunung Budeg, Perkuat Semangat Sehat, Wisata Dan Pemberdayaan Warga

Dan pada satu momen yang sederhana, namun sarat makna, pengakuan itu akhirnya terucap. Ia mengungkapkan bahwa selama ini, sejak masa SMP, Yusi adalah sosok yang diam-diam ia kagumi. Bukan sekadar karena penampilan, melainkan karena kepribadian yang tak pernah berubah—tulus dan apa adanya.

Tak ada kemewahan dalam kisah ini. Tak pula ada janji-janji berlebihan. Namun justru di situlah letak keindahannya. Sebuah cerita tentang rasa yang bertahan dalam diam, tumbuh bersama waktu, dan akhirnya menemukan jalannya untuk diungkapkan.

Kini, keduanya berdiri di fase kehidupan yang berbeda dari masa remaja dulu. Namun satu hal tetap sama: kenangan tentang Yusi, dan perasaan yang tak pernah benar-benar usai.

Sebab, bagi sebagian orang, cinta bukan tentang siapa yang datang paling cepat, melainkan siapa yang tetap tinggal—meski hanya dalam hati, selama bertahun-tahun.

[td_block_15 image_align="center" meta_info_align="bottom" color_overlay="eyJ0eXBlIjoiZ3JhZGllbnQiLCJjb2xvcjEiOiJyZ2JhKDAsMCwwLDApIiwiY29sb3IyIjoicmdiYSgwLDAsMCwwLjcpIiwibWl4ZWRDb2xvcnMiOlt7ImNvbG9yIjoicmdiYSgwLDAsMCwwLjMpIiwicGVyY2VudGFnZSI6MzV9LHsiY29sb3IiOiJyZ2JhKDAsMCwwLDApIiwicGVyY2VudGFnZSI6NTB9XSwiY3NzIjoiYmFja2dyb3VuZDogLXdlYmtpdC1saW5lYXItZ3JhZGllbnQoMGRlZyxyZ2JhKDAsMCwwLDAuNykscmdiYSgwLDAsMCwwLjMpIDM1JSxyZ2JhKDAsMCwwLDApIDUwJSxyZ2JhKDAsMCwwLDApKTtiYWNrZ3JvdW5kOiBsaW5lYXItZ3JhZGllbnQoMGRlZyxyZ2JhKDAsMCwwLDAuNykscmdiYSgwLDAsMCwwLjMpIDM1JSxyZ2JhKDAsMCwwLDApIDUwJSxyZ2JhKDAsMCwwLDApKTsiLCJjc3NQYXJhbXMiOiIwZGVnLHJnYmEoMCwwLDAsMC43KSxyZ2JhKDAsMCwwLDAuMykgMzUlLHJnYmEoMCwwLDAsMCkgNTAlLHJnYmEoMCwwLDAsMCkifQ==" image_margin="0" modules_on_row="33.33333333%" columns="33.33333333%" meta_info_align1="image" limit="3" modules_category="above" show_author2="none" show_date2="none" show_review2="none" show_com2="none" show_excerpt2="none" show_excerpt1="none" show_com1="none" show_review1="none" show_date1="none" show_author1="none" meta_info_horiz1="content-horiz-center" modules_space1="eyJhbGwiOiIwIiwicGhvbmUiOiIzIn0=" columns_gap="eyJhbGwiOiI1IiwicG9ydHJhaXQiOiIzIiwibGFuZHNjYXBlIjoiNCIsInBob25lIjoiMCJ9" image_height1="eyJhbGwiOiIxMjAiLCJwaG9uZSI6IjExMCJ9" meta_padding1="eyJhbGwiOiIxNXB4IDEwcHgiLCJwb3J0cmFpdCI6IjEwcHggNXB4IiwibGFuZHNjYXBlIjoiMTJweCA4cHgifQ==" art_title1="eyJhbGwiOiIxMHB4IDAgMCAwIiwicG9ydHJhaXQiOiI2cHggMCAwIDAiLCJsYW5kc2NhcGUiOiI4cHggMCAwIDAifQ==" cat_bg="rgba(255,255,255,0)" cat_bg_hover="rgba(255,255,255,0)" title_txt="#ffffff" all_underline_color1="" f_title1_font_family="712" f_title1_font_line_height="1.2" f_title1_font_size="eyJhbGwiOiIxNSIsInBvcnRyYWl0IjoiMTEiLCJwaG9uZSI6IjE3In0=" f_title1_font_weight="500" f_title1_font_transform="" f_cat1_font_transform="uppercase" f_cat1_font_size="eyJhbGwiOiIxMSIsInBob25lIjoiMTMifQ==" f_cat1_font_weight="500" f_cat1_font_family="712" modules_category_padding1="0" category_id="_related_cat" ajax_pagination="" f_more_font_family="" f_more_font_transform="" f_more_font_weight="" sort="" tdc_css="eyJhbGwiOnsiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3NjgsInBob25lIjp7Im1hcmdpbi1ib3R0b20iOiI0MCIsImRpc3BsYXkiOiIifSwicGhvbmVfbWF4X3dpZHRoIjo3Njd9" custom_title="Related Articles" block_template_id="td_block_template_8" image_size="" cat_txt="#ffffff" border_color="#85c442" f_header_font_family="712" f_header_font_size="eyJhbGwiOiIxNyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTUifQ==" f_header_font_transform="uppercase" f_header_font_weight="500" mix_type_h="color" mix_color_h="rgba(112,204,63,0.3)" pag_h_bg="#85c442" pag_h_border="#85c442" mx4_tl="10"]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
[td_block_21 block_template_id="td_block_template_18" custom_title="Berita Hot" header_text_color_a="#dd3333" header_text_color_b="#8e0000" tdc_css="eyJhbGwiOnsiZGlzcGxheSI6IiJ9fQ==" sort="popular7" m16_tl="10"]