suaramerahputih.id // TULUNGAGUNG – Satu tahun setelah dilantik Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka, arah pembangunan Kabupaten Tulungagung kian menemukan fokusnya. Di bawah kepemimpinan Bupati Gatut Sunu Wibowo bersama Wakil Bupati Ahmad Baharudin, percepatan perbaikan infrastruktur khususnya jalan rusak ditetapkan sebagai prioritas utama tahun anggaran 2026.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung menegaskan bahwa kebijakan pembangunan dirancang secara realistis dan terukur, dengan mempertimbangkan kapasitas fiskal daerah. Infrastruktur jalan diposisikan sebagai kebutuhan mendasar karena berdampak langsung terhadap mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi lokal.
“Ibarat urat nadi perekonomian, jalan yang baik akan memperlancar distribusi barang dan jasa. Karena itu, perencanaan dilakukan secara matang dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” ujar Bupati Gatut Sunu, Jumat (20/2/2026).
Anggaran Insfratruktur Tertinggi dalam Lima Tahun
Pada 2026, Pemkab Tulungagung mengalokasikan sekitar Rp. 318 miliar untuk penanganan infrastruktur jalan. Angka tersebut disebut sebagai yang terbesar dalam lima tahun terakhir, bahkan lebih dari tiga kali lipat dibandingkan rata-rata belanja jalan pada periode sebelumnya.
Di tengah tantangan fiskal akibat dinamika transfer pusat ke daerah, Tulungagung dinilai masih memiliki ruang gerak pembiayaan berkat perencanaan yang disiplin dan penganggaran yang selektif. Pemerintah daerah menekankan, keberlanjutan pembangunan hanya dapat dicapai melalui tata kelola yang akuntabel dan efisien.
Ruas Strategis Lintas Kecamatan Disasar
Anggaran ratusan miliar rupiah itu akan difokuskan pada sejumlah ruas strategis lintas kecamatan, antara lain jalur Jembatan Ngujang Dua – Sambirobyong ke arah selatan, ruas Sumbergempol hingga Tugu Garuda, wilayah Ngunut, akses Kalidawir, serta perbaikan di Rejotangan, Pucanglaban, Tanggunggunung, Campurdarat, Pelem–Gedangan, hingga Besuki.
Wilayah lain seperti Sendang, Pagerwojo, Kedungwaru, Gondang, Ngantru, Karangrejo, Bandung, Pakel, hingga Tulungagung Kota juga masuk dalam peta prioritas pembangunan.
Sebagian proyek saat ini masih dalam tahap lelang dan tender sesuai ketentuan perundang-undangan. Pemerintah memastikan seluruh proses berjalan transparan dan terbuka guna menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran publik.
Infrastruktur dan Penguatan Program Sosial
Selain rencana 2026, Pemkab Tulungagung memaparkan capaian selama setahun terakhir. Sebanyak 34,50 kilometer jalan telah ditangani, sembilan jembatan diperbaiki, dan 9,68 kilometer jaringan irigasi direhabilitasi.
Di sektor sosial – ekonomi, sejumlah program telah direalisasikan, antara lain Gerakan Pangan Murah di 19 kecamatan, rehabilitasi 11 pasar rakyat, bantuan langsung tunai (BLT) untuk 1.040 warga miskin ekstrem dan 385 penyandang disabilitas, serta perbaikan 94 gedung sekolah.
Pemkab juga menyatakan kesiapan mendukung program prioritas nasional, seperti pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, program Makan Bergizi Gratis, serta persiapan Sekolah Rakyat.
Partisipasi Publik Didorong
Bupati Gatut Sunu menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur membutuhkan tahapan administratif dan teknis yang tidak instan. Ia mengajak masyarakat untuk bersabar sekaligus berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaan proyek.
“Kami membuka ruang pengawasan seluas-luasnya. Jika ada indikasi penyimpangan, silakan laporkan. Pembangunan harus kita kawal bersama,” tegasnya.
Dengan lonjakan anggaran dan fokus yang semakin tajam, tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi Tulungagung. Publik kini menanti pembuktian di lapangan — apakah alokasi anggaran besar tersebut mampu berbanding lurus dengan kualitas infrastruktur yang dirasakan masyarakat.
Pewarta : Munardi5758


