suaramerahputih.id // TULUNGAGUNG – Suasana meriah mewarnai malam tasyakuran yang digelar di kediaman anggota DPRD Tulungagung terpilih, Joko Tria Asmoro, di Desa Tenggong, Kecamatan Rejotangan, Sabtu malam (22/11/2025). Ribuan warga, tokoh masyarakat, simpatisan, serta berbagai elemen masyarakat tumplek blek memenuhi lokasi acara untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit semalam suntuk.

Acara tasyakuran ini digelar sebagai wujud syukur atas terpilihnya kembali Joko Tria Asmoro sebagai anggota DPRD Tulungagung periode 2025–2029 dari Partai PDI Perjuangan. Selain menjadi ungkapan terima kasih kepada seluruh pendukungnya, acara ini juga menjadi momentum silaturahmi yang mempererat kedekatan dengan masyarakat.
Pagelaran wayang kulit menghadirkan dalang kondang Ki Minto Darsono dari Rejotangan, menampilkan lakon “Wahyu Trimanggolo”. Penampilan ini semakin istimewa dengan hadirnya pelawak populer Duo Jo (Jo Klithik dan Jo Kluthuk) yang berhasil memancing gelak tawa penonton sepanjang malam.

Dalam sambutannya, Joko Tri Asmoro menegaskan bahwa wayang kulit bukan sekadar hiburan, melainkan sarana menyampaikan pesan moral, etika, dan nilai kehidupan. “Tasyakuran ini adalah janji saya kepada masyarakat. Selain sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, melalui pagelaran ini kita ingin nguri-uri budaya Jawa yang penuh filosofi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa acara ini sekaligus memenuhi nazar almarhum ayahnya, Sunardi, yang sebelum wafat berpesan agar menggelar tasyakuran berupa pertunjukan wayang kulit jika dirinya kembali terpilih. “Ini adalah amanah keluarga yang harus saya wujudkan,” tambahnya.

Joko Tri Asmoro menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya. Ia berjanji akan menjalankan tugas sebagai wakil rakyat dengan penuh tanggung jawab dan keberpihakan pada kepentingan publik.
Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Pulung Agustanto, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, anggota DPRD Tulungagung, perwakilan Pemkab Tulungagung, Forkopimcam Rejotangan, kepala desa se-Kecamatan Rejotangan, pengurus DPC PDI Perjuangan, serta kader dan tim sukses.

Dalam sambutannya, Pulung Agustanto memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Acara seperti ini sangat positif karena menunjukkan kedekatan dengan rakyat sekaligus berperan dalam melestarikan seni budaya lokal. Kami berharap pagelaran wayang kulit ini dapat menjadi agenda tahunan di rumah Mas Joko Tri Asmoro,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmennya bersama Joko Tri Asmoro untuk tetap konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat. “Kami akan selalu pro rakyat, dan amanah yang diberikan akan kami jaga sebaik-baiknya,” tegasnya.
Hingga larut malam, ribuan masyarakat masih setia menyaksikan jalannya pagelaran wayang kulit, menjadikan tasyakuran ini tak hanya sebagai perayaan politik, tetapi juga perayaan budaya yang memperkuat identitas dan kebersamaan warga Tulungagung.
Pewarta : Munardi5758


