suaramerahputih.id // TULUNGAGUNG – Ada satu momen yang selalu istimewa di pondok pesantren: hari perpulangan santri. Bukan karena kopernya yang mendadak menggelembung (entah dari mana asal oleh-oleh itu), tetapi karena pada saat itulah ilmu dan akhlak diuji—apakah ikut pulang atau tertinggal di lemari asrama.
Itulah suasana yang terasa hangat dalam Silaturahmi dan Perpulangan Santri Konsulat Kalidawir–Sumbergempol di Pondok Modern Darul Hikmah. Para santri bersiap kembali ke rumah masing-masing, membawa rindu yang menumpuk dan semangat liburan yang nyaris tak terbendung. Namun sebelum benar-benar pulang, mereka lebih dulu “diisi ulang” lewat tausiah penuh makna dari Al Ustadz Imam Suhadak.
Dengan gaya yang teduh namun mengena, Ustadz Imam Suhadak mengingatkan bahwa mondok di Pondok Modern Darul Hikmah bukan sekadar pindah tempat tidur, tetapi sebuah niat mulia untuk menimba ilmu-ilmu agama Islam sebagai bekal hidup. Ilmu yang dipelajari bukan untuk dipajang, apalagi dipamerkan, melainkan untuk diamalkan—terutama saat berada di tengah keluarga dan masyarakat.

Menariknya, pesan itu datang dari sosok yang tak hanya alim secara keilmuan, tetapi juga dekat dengan kehidupan sosial. Selain dikenal sebagai modin (Kaur Kesra) di Desa Kalidawe, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, Ustadz Imam Suhadak juga merupakan dosen di Universitas Diponegoro Tulungagung. Kombinasi yang pas antara dunia akademik, sosial, dan spiritual—membuat nasihatnya terasa membumi.
Salah satu pesan yang paling membekas adalah soal tata krama santri saat liburan. Menurut beliau, libur bukan alasan untuk “cuti akhlak”. Justru di rumah, santri harus menjadi contoh: santun kepada orang tua, sopan kepada tetangga, ringan membantu, dan bijak dalam bersikap. Sebab, santri sejati bukan hanya dikenal dari sarung dan pecinya, tetapi dari tutur kata dan perilakunya.
Singkatnya, pulang santri bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan nilai. Jika koper berisi pakaian adalah hal biasa, maka membawa pulang adab dan ilmu adalah luar biasa. Dan dari Pondok Modern Darul Hikmah, para santri diharapkan kembali ke rumah masing-masing bukan hanya sebagai anak, tetapi sebagai pribadi yang lebih dewasa dalam iman dan akhlak.
Mengakhiri tausiahnya, Ustadz Imam Suhadak memberikan kata-kata yang sangat mengena di hati :
“Tidak usah membela dirimu di depan manusia, jika engkau benar maka Tuhan-mu pasti akan menjelaskannya”Â
Karena pada akhirnya, ilmu yang baik adalah ilmu yang pulang bersama pemiliknya—dan tinggal dalam perilakunya.
By : LOTUS’26


