suaramerahputih.id // Tulungagung – Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Marsono, S.Sos., terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan sektor pertanian dan kesejahteraan petani. Pada Kamis (11/12/2025), Marsono menyerahkan sekaligus menanam 1.400 bibit kopi bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Pemerintah Desa Wonorejo, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta masyarakat setempat di lahan Desa Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung.
Kegiatan ini berlangsung penuh kebersamaan dan menjadi simbol sinergi antara wakil rakyat dan masyarakat desa dalam membangun pertanian berkelanjutan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Wonorejo beserta perangkat desa, tokoh masyarakat, serta para petani yang menyambut program ini dengan antusias.

Dalam sambutannya, Marsono menyampaikan bahwa penyaluran bibit kopi merupakan bagian dari gerakan berkelanjutan yang telah ia gencarkan sejak September 2025. Menurutnya, gerakan tanam kopi ini sejalan dengan tema Hari Tani Nasional 2025, “Bumi Lestari, Petani Berdikari”, yang menekankan pentingnya kemandirian petani sekaligus pelestarian lingkungan.
“Pada kesempatan hari ini, kami menyerahkan sebanyak 1.400 bibit kopi untuk ditanam bersama. Sepanjang bulan September lalu, total bibit kopi yang telah kami distribusikan kepada para petani mencapai 15.000 bibit,” ungkap Marsono.
Ia menjelaskan, seluruh bibit kopi yang dibagikan merupakan hasil produksi dari kelompok binaannya sendiri, sehingga kualitas dan ketahanannya telah melalui proses pendampingan dan pembinaan yang berkelanjutan. Marsono pun berharap para petani Desa Wonorejo dapat merawat dan memelihara tanaman kopi tersebut dengan sungguh-sungguh.

“Kopi adalah komoditas bernilai ekonomi tinggi. Jika dikelola dengan baik dan tepat, kopi dapat menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan bagi petani,” ujarnya.
Lebih lanjut, Marsono menilai bahwa wilayah Kabupaten Tulungagung memiliki potensi besar dalam pengembangan kopi, khususnya di daerah dataran tinggi seperti Pagerwojo. Ia optimistis, apabila dikelola secara serius dan terintegrasi, kopi dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.
Menariknya, sebelum prosesi penanaman bibit kopi dimulai, seluruh peserta kegiatan terlebih dahulu melaksanakan adat istiadat Jawa berupa kenduri sebagai wujud nguri-uri budaya Jawa. Suasana terasa khidmat dan sakral saat prosesi kenduri berlangsung, mencerminkan nilai kebersamaan, doa, dan rasa syukur.
Usai kenduri, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit kopi secara simbolis dan bersama-sama. Warga Desa Wonorejo tampak sangat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan, menandai harapan baru akan masa depan pertanian kopi yang lebih sejahtera dan berkelanjutan di wilayah tersebut.
Pewarta : Munardi5758


