suaramerahputih.id // Tulungagung – Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung menggelar rapat koordinasi penetapan wilayah penerimaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SD dan SMP Negeri tahun ajaran 2026/2027, Senin (30/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan sektor pendidikan.
Rapat ini menjadi langkah strategis dalam merumuskan kebijakan penerimaan peserta didik baru yang mengedepankan prinsip transparansi, keadilan, dan akuntabilitas. Penetapan wilayah atau zonasi dinilai krusial untuk memastikan pemerataan distribusi siswa di seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung.
Dalam forum tersebut, sejumlah aspek teknis dibahas secara komprehensif, mulai dari pengaturan zonasi, kapasitas daya tampung sekolah, hingga potensi kendala yang mungkin muncul di lapangan. Berbagai masukan dari peserta dihimpun sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan kebijakan.
Selain itu, penguatan koordinasi lintas sektor turut menjadi perhatian utama. Sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan masyarakat dipandang sebagai faktor penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan SPMB.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung, Demi Susanti, menegaskan bahwa penetapan wilayah bukan sekadar pembagian administratif, melainkan bagian dari upaya nyata dalam pemerataan layanan pendidikan.
“Kami berupaya memastikan seluruh anak di Kabupaten Tulungagung memperoleh akses pendidikan yang adil dan merata. Penetapan wilayah ini disusun secara cermat agar tepat sasaran,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen pihaknya untuk menjaga proses SPMB tetap transparan serta terbebas dari praktik yang merugikan masyarakat. Menurutnya, kepercayaan publik menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan layanan pendidikan.
Demi berharap, hasil rapat koordinasi ini mampu menjadi dasar kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan riil di lapangan, sehingga kesenjangan akses pendidikan antarwilayah dapat diminimalisasi.
Melalui langkah tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung optimistis pelaksanaan SPMB tahun ajaran 2026/2027 dapat berjalan lancar, sekaligus mendorong terwujudnya pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.


