suaramerahputih.id // SLEMAN, 7 Desember 2025 — Upaya memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi dan sekolah menengah kembali diwujudkan melalui kolaborasi mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta dengan SMPN 2 Moyudan.
Melalui platform Zoom, kedua institusi menggelar Bedah Buku “Islam, Media, dan Realitas”, sebuah karya kolaboratif mahasiswa hasil pembelajaran tematik pada mata kuliah Pendidikan Agama Islam yang diampu oleh Mochammad Sinung Restendy.

Acara bedah buku ini menjadi lanjutan dari program peluncuran buku yang sebelumnya diselenggarakan secara luring. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang dialog bagi mahasiswa dan pihak sekolah untuk mendalami gagasan utama buku yang mengangkat hubungan antara nilai keislaman, media, dan realitas sosial kontemporer.

Apresiasi dari Pimpinan Prodi dan Sekolah
Dalam sambutannya, Sika, Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Yogyakarta, menyampaikan apresiasi sekaligus harapan atas terbitnya buku tersebut.
“saya sangat senang dapat hadir dalam peluncuran buku ‘Islam, Media dan Realitas’ semoga karya ini bermanfaat bagi masyarakat luas dan tentunya bagi SMPN 2 Moyudan sebagai mitra kerja sama” ujarnya.

Acara ini juga dihadiri Suhartono, S.Pd., Kepala SMPN 2 Moyudan.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan rasa terima kasih dan menegaskan pentingnya literasi bagi peserta didik.
“Semoga tulisan ini dapat menjadi pijakan dalam hidup, berkeluarga, dan bermasyarakat ” tutur Suhartono.

Pesan Inspiratif dari Akademisi dan Jurnalis
Bedah buku makin kaya dengan kehadiran Dr. Latif Syaifudin, akademisi sekaligus jurnalis, yang memberikan apresiasi dan pesan reflektif kepada para mahasiswa penulis.
Ia menilai buku tersebut mengandung pesan kuat mengenai keseimbangan antara spiritualitas dan sosialitas, dua aspek yang perlu terus dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari.
“Terus belajar menulis dan berkarya. Masih banyak kekurangan, tetapi itu bagian dari proses menjadi penulis yang handal” tegasnya.
Dalam kesempatan lain, ia kembali mengingatkan pentingnya proses dalam menuntut ilmu:
“Menikah ada waktunya, berkarir dan mencari ilmu sepanjang hayat. Terus dilatih dan ditingkatkan” ujarnya.

Membangun Budaya Literasi di Era Teknologi
Bagi para penulis, keberhasilan bedah buku ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen literasi di tengah derasnya perkembangan teknologi dan hadirnya kecerdasan buatan seperti ChatGPT dan Gemini.
Mereka berharap karya tersebut dapat memberi manfaat bagi pembaca dan menjadi refleksi perjalanan hidup manusia yang sarat pembelajaran.
Buku Islam, Media, dan Realitas mengajak pembaca menelusuri hubungan antara ajaran agama, media, serta dinamika masyarakat modern—menghadirkan analisis teoritis yang dikaitkan dengan fenomena sosial nyata.
Pesan penutup Dr. Latif kembali menegaskan semangat literasi itu :
“Tuntut ilmu dengan benar, dan nikmati setiap proses yang ada” pesannya.
Penulis: Windi Anggraeni


