suaramerahputih.id // TULUNGAGUNG – Pemerintah Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, terus memperkuat komitmen dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui monitoring dan evaluasi aksi konvergensi. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian semester I serta memperkuat strategi peningkatan capaian pada semester II.
Kegiatan digelar di Aula Kantor Kecamatan Pucanglaban, Rabu (7/10/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Salah satu fokus pembahasan adalah penguatan pelaporan melalui Web Bangda, sebagai bagian dari upaya mendukung tertib administrasi dan pemantauan pelaksanaan program penanganan stunting.
Kegiatan dihadiri Camat Pucanglaban Setiono, S.Sos., M.M., Kasi Kemas Kecamatan Pucanglaban Nurkolis, Ahli Gizi Puskesmas Pucanglaban Yovi Cahyanti, perwakilan Bappeda Kabupaten Tulungagung Bayu Seno Aji, Ketua TP PKK seluruh desa se-Kecamatan Pucanglaban, operator web desa, serta kader Posyandu dari seluruh desa di wilayah Kecamatan Pucanglaban.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan sambutan Camat Pucanglaban, Setiono, S.Sos., M.M., sekaligus membuka secara resmi kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut.
Dalam sambutannya, Setiono menekankan pentingnya sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam upaya percepatan penurunan stunting. Ia berharap kondisi stunting di wilayah Kecamatan Pucanglaban dapat terus membaik melalui langkah-langkah yang terarah, terpadu dan berkelanjutan.
“Harapannya, angka stunting di wilayah Kecamatan Pucanglaban semakin membaik,” menjadi salah satu penekanan dalam arahan Camat Setiono.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan penyampaian materi oleh Kasi Kemas Kecamatan Pucanglaban, Nurkolis, yang membahas peningkatan serta capaian pelaksanaan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting.
Pembahasan selanjutnya diisi pemaparan dari Ahli Gizi Puskesmas Pucanglaban, Yovi Cahyanti, serta Bappeda Kabupaten Tulungagung, Bayu Seno Aji. Materi diarahkan pada evaluasi capaian semester I sekaligus penguatan strategi yang perlu dilakukan untuk meningkatkan capaian pada semester II.
Selain aspek program, pelaporan melalui Web Bangda juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Kehadiran operator web desa diharapkan dapat mendukung kelengkapan dan ketertiban penyampaian data, sehingga proses pemantauan dan evaluasi pelaksanaan aksi konvergensi dapat dilakukan secara lebih terarah.
Keterlibatan Ketua TP PKK, kader Posyandu, pemerintah desa, tenaga kesehatan, pendamping serta unsur terkait lainnya menjadi bagian dari upaya membangun sinergi dalam percepatan penurunan stunting. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan program sekaligus meningkatkan capaian pada semester II.
Seluruh rangkaian monitoring dan evaluasi berlangsung dengan tertib dan lancar. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai penutup. (DN’97)
