suaramerahputih.id // TULUNGAGUNG – Rasa syukur atas disahkannya menjadi warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) diwujudkan dengan cara yang penuh makna oleh warga baru PSHT Rayon Kalidawe, Ranting Pucanglaban, Cabang Tulungagung Pusat Madiun. Mereka menggelar tasyakuran yang dipadukan dengan kegiatan mengaji bersama dan santunan anak yatim di Aula Balai Desa Kalidawe, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (11/7/2026).
Balai desa yang selama ini menjadi tempat latihan para calon warga PSHT menjadi saksi lahirnya rasa syukur sekaligus kepedulian sosial dari 30 warga baru yang tergabung dalam angkatan “Pelangi Lotus’26”. Sejak awal mengikuti latihan hingga resmi disahkan sebagai warga PSHT, mereka tetap solid, menjaga kekompakan, dan menumbuhkan semangat persaudaraan yang kuat.
Tidak hanya merayakan keberhasilan menjadi bagian dari keluarga besar PSHT, para warga baru juga menunjukkan kepedulian terhadap sesama melalui pemberian santunan kepada 13 anak yatim. Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa nilai luhur PSHT tidak hanya diajarkan di tempat latihan, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat melalui aksi nyata.
Sebelum santunan dimulai, seluruh peserta mengikuti prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas nikmat, keselamatan, dan keberhasilan menyelesaikan seluruh tahapan hingga pengesahan sebagai warga PSHT.

Suasana haru begitu terasa ketika satu per satu anak yatim maju menerima santunan. Isak tangis pecah di tengah ruangan. Banyak tamu undangan, warga PSHT, hingga keluarga yang hadir tampak menundukkan kepala sambil meneteskan air mata, larut dalam suasana penuh kasih sayang dan kebersamaan.
Pelatih tetap Rayon Kalidawe yang akrab disapa Mas Dono mengaku bangga dan terharu melihat semangat persaudaraan serta jiwa sosial yang terus tumbuh dalam diri anak didiknya. Menurutnya, kekompakan yang terbangun sejak masa latihan hingga setelah pengesahan merupakan modal penting untuk menjaga nama baik organisasi.
Ia berpesan agar para warga baru senantiasa mempererat tali persaudaraan, menumbuhkan kepedulian sosial, serta menjadi warga PSHT yang mampu memahami, menghargai, dan memberi manfaat di berbagai bidang kehidupan.
“Eratkan tali persaudaraanmu, tumbuhkan jiwa sosialmu, dan jadilah warga PSHT yang bisa mengerti,” pesannya.
Sementara itu, perwakilan warga baru menyampaikan rasa terima kasih kepada pelatih tetap beserta seluruh pelatih yang telah membimbing mereka dengan penuh kesabaran hingga resmi menjadi warga PSHT.
Usai kegiatan santunan, acara dilanjutkan dengan pengajian yang disampaikan oleh Al Ustadz Imam Suhadak, M.Pd.I., yang juga merupakan salah seorang warga baru angkatan Pelangi Lotus’26.
Dalam tausiyahnya, Imam Suhadak mengungkapkan rasa syukur karena selama mengikuti proses latihan PSHT dirinya menemukan banyak pelajaran berharga. Ia menilai nilai-nilai yang diajarkan dalam Persaudaraan Setia Hati Terate selaras dengan ajaran agama Islam, terutama tentang akhlak, persaudaraan, saling menghormati, dan kepedulian terhadap sesama.
Menurutnya, melalui PSHT dirinya memperoleh keluarga besar yang diikat oleh persaudaraan yang tulus dan abadi, sehingga kehadiran organisasi ini bukan hanya sebagai wadah pembinaan pencak silat, tetapi juga tempat membangun karakter dan nilai-nilai kemanusiaan.
Kegiatan tasyakuran tersebut dihadiri Camat Pucanglaban, Kapolsek Pucanglaban, Danramil Pucanglaban, Kepala Desa Kalidawe, tiga warga PSHT Tingkat II dari Dewan Cabang PSHT Cabang Tulungagung, pendiri PSHT Ranting Pucanglaban yang hadir langsung dari Madiun, Ketua Ranting PSHT Pucanglaban, Ketua Rayon PSHT Kalidawe beserta jajaran pengurus dan anggota, 13 anak yatim bersama para wali pendamping, 30 warga baru angkatan Pelangi Lotus’26, serta puluhan warga PSHT lainnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh kekeluargaan. Tasyakuran tersebut tidak hanya menjadi ungkapan syukur atas lahirnya warga baru PSHT Tahun 2026, tetapi juga menjadi cerminan bahwa nilai luhur Persaudaraan Setia Hati Terate terus hidup melalui semangat persaudaraan, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat. DN’97


