suaramerahputih.id // KEDIRI – Terik matahari yang menyengat pada Selasa (28/4/2026) tidak menyurutkan semangat ratusan massa yang tergabung dalam 212 Loro Siji Loro “Rakyat Makmur Sejahtera” DPC Kediri Raya bersama DPD Provinsi Jawa Timur. Mereka menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati dan DPRD Kabupaten Kediri, menyuarakan dugaan keterlibatan oknum dalam praktik jual beli jabatan perangkat desa.
Sekitar 250 peserta aksi terlibat dalam kegiatan tersebut. Massa secara tertib menyampaikan aspirasi mereka dengan harapan mendapat tanggapan langsung dari pihak pemerintah daerah. Namun hingga pukul 14.30 WIB, aksi masih berlangsung lantaran belum ada perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Kediri maupun DPRD yang menemui peserta aksi.
Situasi di lokasi sempat memanas ketika akses keluar-masuk Kantor Bupati dan DPRD Kabupaten Kediri mengalami blokade. Hal ini dipicu oleh kekecewaan massa yang merasa aspirasi mereka belum mendapatkan respons yang diharapkan.
Salah satu koordinator lapangan sekaligus pengurus DPC 212 Kediri Raya, Arif, didampingi Siti Isminah dan Robet, menyampaikan kekecewaannya kepada awak media. Mereka menilai kurangnya sikap kooperatif dari pihak pemerintah daerah menjadi catatan serius.
“Kami sangat menyayangkan tidak adanya perwakilan yang menemui peserta aksi. Ke depan, kami akan menggelar aksi lanjutan di berbagai titik sampai tuntutan ini benar-benar diperhatikan,” tegasnya.
Ketua Umum 212, Rahmat Putra Perdana, yang akrab disapa Mas Dana, turut hadir dalam aksi tersebut. Ia menegaskan bahwa gerakan yang dilakukan merupakan bentuk panggilan hati untuk menyuarakan kepentingan masyarakat, bukan dilandasi motif pribadi maupun kepentingan politik.
“Kami bergerak atas nama rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan. Ini adalah bentuk kepedulian terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih,” ujarnya.
Mas Dana juga menyampaikan apresiasi kepada aparat keamanan yang telah mengawal jalannya aksi sehingga tetap berlangsung tertib dan kondusif. Ia turut mengimbau seluruh peserta untuk menjaga nama baik organisasi selama menyampaikan aspirasi di ruang publik.
Lebih lanjut, pihaknya mengisyaratkan akan melanjutkan aksi serupa ke sejumlah titik lain, termasuk ke Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri serta Polda Jawa Timur, sebagai bagian dari upaya mengawal tuntutan yang disampaikan.
Menjelang akhir kegiatan, Dewan Pertimbangan Pusat 212, Bagus Romadhon, membuka kembali akses yang sempat terblokade. Massa kemudian membubarkan diri secara tertib tanpa insiden berarti.
Aksi damai ini menjadi cerminan meningkatnya perhatian publik terhadap isu transparansi dan integritas dalam pengisian jabatan perangkat desa. Dengan semangat “Rakyat Makmur Sejahtera”, peserta aksi berharap aspirasi mereka dapat ditindaklanjuti secara serius oleh pihak terkait.
Pewarta : Munardi5758


